Terduga Pembunuh IRT Di Doom, Tewas Ditangan Tahanan

Sorong, PbP – GR, terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) di Pulau Doom, Kota Sorong, Jumat (28/8) tewas setelah mendapat tindakan penganiayaan selama berada di Sel Mapolres Sorong Kota. GR diketahui tewas usai dianiaya oleh salah seorang tahanan berinisial C.

Kasat Reskrim Polres Sorong Kota, Misbachul Munir yang ditemui di RSUD Sele Be Solu Jumat (28/8) membenarkan tewasnya terduga pelaku pembunuhan dan pemerkosaan di Pulailu Doom, yang baru saja mereka amankan. Munir juga tidak menampik kabar yang mengatakan bahwa korban tewas usai dianiaya oleh sesama tahanan.

Terkait kronologi jelas Munir, tidak lama setelah mendapat laporan dari Polsek Sorong Kepulauan soal tindak penganiayaan dan pembunuhan yang menyebabkan seorang IRT berinsial AF meninggal dunia, pihaknya langsung melakukan pengembangan dan mengamankan GR sebagai terduga pelaku. Bahkan menurut Munir, saat diinterogasi oleh polisi GR sempat mengakui perbuatannya.

Singkat cerita lanjut Munir, pihaknya kemudian melanjutkan proses hukum dari kasus tersebut dengan memeriksa sejumlah saksi, sementara GR saat itu sudah dimasukkan kedalam sel. Disanalah menurut Munir, GR dianiaya oleh tahanan yang kesal dengan sikap GR yang telah menghabisi nyawa seorang wanita lanjut usia.

“Berdasarkan rekaman CCTV yang terpasang di sel kita, korban ini ditendang dan diinjak pada bagian leher dan kepala oleh tahanan berinisial C, ini sekalian membantah dugaan kalau polisi lah yang melakukan tindak penganiayaan tersebut. Pihak dokter yang telah memeriksa jasad korban juga membenarkan kalau korban meninggal akibat mengalami banyak luka pukulan pada bagian kepala,” jelas Munir.

Dikatakan Munir, pihaknya baru mengetahui GR dianiaya sekitar pukul 19.00 WIT, dimana setengah jam kemudian pihaknya kemudian mmebawa GR yang ketika itu sudah dalam keadaan nadi lemah atau kritis ke RSUD Sele Be Solu. Sayang lanjut Munir, 5 menit setelah tiba di RSUD Sele Be Solu, korban dinyatakan meninggal dunia oleh pihak rumah sakit.

Ditambahkan Munir, tahanan yang melakukan tindak penganiayaan di dalam sel telah diproses hukum. “Saat ini tahanan yang menganiaya GR sudah kita proses, tahapnya sudah sidik. Status yang bersangkutan saat ini juga sudah kita tetapkan sebagai tersangka,” tuntas Munir.

Sebelumnya, Kamis (27/8) GR diamankan karena diduga melakukan tindak pencurian yang disertai pemerkosaan dan penganiayaan yang menyebabkan AF meninggal dunia di Pulau Doom, Kota Sorong.

GR diduga kuat sebagai pelaku, karena dilihat oleh salah seorang saksi masuk kedalam rumah korban. Pasca GR masuk kedalam rumah AF, televisi, handphone, dan minum-minuman milik korban lenyap tak berbekas. Bahkan setelahnya korban ditemukan dalam keadaan tidak bernyawa di dalam gudangnya, dengan kondisi tertutup oleh sebuah terpal. [GPS-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *