Theofani Harus Dijadikan Visi Besar Bagi Orang A3 Secara Turun Temurun

Kambuaya, PbP – Ketua DPRD Maybrat, Ferdinando Solosa, SE mengatakan, setiap 21 Oktober selalu dikenang sebagai momen bersejarah bagi segenap masyarakat dan Pemerintah Kabupaten Maybrat. Tanggal tersebut merupakan pijakan peradaban bagi orang Maybrat.

Oleh karenannya, pesan Theofani harus dijadikan visi besar bagi tiap orang Maybrat. Pesan Theofani kedepan akan dirumuskan sebagai sebuah produk yang akan dilegitimasi oleh pemerintah Maybrat agar menjadi pegangan bersama secara turun temurun. Pemimpin ganti pemimpin harus mengacu pada pesan Theofani tersebut.

“Pemimpin ganti pimimpin, visi daerah, visi kabupaten ini tentu mengacu pada pesan Theofani, kita harus punya satu tekad, karena ini adalah janji berkat, kalau kita punya visi diluar itu tentu akan bertolak belakang dengan Theofani maka murtatlah yang akan mengahmpiri kita,” ujar Nando sapaan akrabnya, Kamis (21/10).

Ia juga menilai di Maybrat selama ini terjadi kemunduran dan pergeseran nilai iman yang bertolak belakang dengan cita-cita besar kelima raja yang kala itu sebagai pioner peradaban orang Maybrat.

“Lima raja waktu itu dengan keterbatasan SDM, fasilitas dan medan yang begitu sulit tapi Tuhan memberikan hikmat kepada mereka untuk menyampaikan janji berkat ini. Hasil investasi merekalah berkat hari ini kita nikmati bersama,” sebut Nando yang diaminkan oleh para hadirin.

Sebagai sebuah kesinambungan Theofani secara turun temurun, Nando juga mengajak kedelapan denominasi geraja yang ada di Maybrat untuk menciptakan sebuah konsep jangka panjang yang harus dirumuskan sehingga menjadi konsep yang baku bagi generasi jilid ke dua setelah kelima raja tersebut.

“Gereja begitu banyak, khotbah yang luar biasa, tetapi pertumbuhan iman dan kesadaran orang Maybrat umumnya masih jalan di tempat, apa yang dikatakan lain dari pada apa yang dilaksanakan, ini sebuah potret kehidupan kita akhir-akhir ini,” ucapnya.

Kondisi teakhir saat ini, kata dia bahwa kematian orang Maybrat telah mengalami grafik yang begitu tinggi.

“Kematian adalah otorotias dari Tuhan, tapi tentu kita sadari secara baik bahwa ada sebuah kelalaian yang telah kita lakukan,” tandsanya.

Menurut Nando, kondisi ini jika tidak dievaluasi secara komprehensif oleh gereja, pemeritah dan para tokoh yang ada maka hal ini tentu akan jadi ancaman bagi semua orang Maybrat ke depan karena karakter generasi Maybrat akhir-akhir ini tidak dibenahi secara baik.

Pada kesempatan itu, Nando mengajak semua orang Maybrat untuk terus saling mengedukasi serta berbenah diri dengan menjadikan Theofani sebagai satu-satunya pesan iman dan visi besar yang harus diladeni bersama hingga akhir hayat. [CR24-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *