Tim Deklarator Pemekaran PBD Tidak Punya Hak Tanggapi Pernyataan Ketua FPOAP, Kois Yable

Aimas, PbP- Ketua Forum Pengusaha Orang Asli Papua (FPOAP), Klois Yable belum lama ini mengkritik kinerja Plt Kepala Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Papua Barat Daya. Dimana Klois mengatakan, Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi PBD hanya bekerja dirumah sejak dilantik.

Namun pernyataan Klois tersebut, di bantah oleh tim deklarator pemekaran Provinsi Papua Barat Daya. hal tersebut dinilai bukan wewenang tim deklarator untuk menjawab namun Plt Kepala Dinas PUPR Provinsi PBD.

“ Saya sangat menyayangkan kenapa pertanyaan saya kepada Kepala Dinas PUPR Provinsi PBD yang memberikan klarifikasi tim pemekaran PBD. Seharusnya yang memberikan keterangan terkait pemberitaan saya yang mengkritik kinerja Kepala Dinas PUPR Papua Barat Daya harusnya yang bersangkutan bukan tim pemekaran,” kata Klois Yable kepada media ini di Aimas, Senin (28/8/2023).

Klois Yable menyayangkan pernyataan, Aris Kambu juru bicara tim Pemekaran PBD di salah satu media online belum lama ini, Klois Yable dinilai terlalu dini menilai bahkan terkesan mengatur dan mengintervensi Plt PUPR .

“Apabila saya dikatakan jangan mengintervensi pemerintahan Papua Barat Daya, hal itu sangat keliru karena saya warga Papua Barat Daya. Dan saya punya hak untuk bicara,” tegas Klois Yable.

Klois menjelaskan, kritikannya kepada Kepala Dinas PUPR demi terwujudnya pembangunan PBD sebagaimana yang diharapkan.

“Tidak ada kepentingan pribadi atas peryataan yang saya muat di salah satu media belum lama ini, ini demi kepentingan masyarakat. Yang pasti saya menyoroti kinerja Kadis PUPR tapi yang tanggapi tim pemekaran, ini kan lucu,” Ujar Klois.

Lanjut Klois, kerja tim pemekaran sudah selesai, Provinsi PBD telah ada tinggal bagaimana kita mengawal pembangunan. Semua punya hak menyampaikan aspirasi maupun argumen demi kebaikan bersama.

“ yang pasti jagan mencari kepentingan di Provinsi PBD karena kehadiran PBD milik bersama,” ujar Klois. [MPS]

 

 

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *