Tuntut Ganti Rugi, Jalan Sorong-Klamono Lumpuh

Aimas, PbP – Puluhan warga yang mengatasnamakan pihak keluarga korban, Agus Klasibin memelakukan aksi pemalangan ruas jalan Sorong-Klamono tepatnya di Km 24 Aimas, Kamis (4/6).

Mereka melakukan pemalangan dengan mengunakan kayu yang diikat kain merah. Akibat aksi pemalangan itu arus lalu lintas dari arah Klamono dan berbagai daerah lainya menuju Aimas dan Kota Sorong lumpuh total.

Agus Klasibin, meninggal dunia usai ditambrak minibus saat berjalan kaki di seputaran lokasi pemalangan, Minggu 17 Mei 2020. Pihak keluarga korban menuntut pelaku membayar denda adat Rp. 200 juta kepada pelaku, namun hingga saat ini belum juga ada pembayaran dan berujung aksi pemalangan.

Sesuai dengan informasi yang dihimpun media ini,  sekira pukul 10.00 WIT, keluarga korban  membuat perjanjian dengan satuan Lalu Lintas Polres Sorong untuk mengadakan mediasi dengan pihak kekuarga pelaku pada Kamis, 4 Juni 2020 di Ruangan Kantor Lalu Lintas Polres Sorong, namun dari pihak keluarga pelaku belum hadir di Polres Sorong.

Sekitar Pukul 12.45 WIT, keluarga korban, menunggu keluarga pelaku namun belum juga hadir di Polres Sorong. Merasa tidak dihargai  akhirnya keluarga korban meninggalkan Polres Sorong dan pukul 13.00 WIT  dan  melakukan pemalangan jalan Poros Sorong-Klamono Km. 24.

Sekitar Pukul 13.20 WIT, Satuan Lalu Lintas Polres Sorong beserta anggota Polres Sorong tiba di lokasi pemalangan dan melakukan koordinasi dengan keluarga korban, namun keluarga korban tidak mau membuka palang dan menginginkan bahwa keluarga pelaku harus hadir di Tempat Kejadian Perkara (TKP) untuk menyelesailan masalah.

Setelah Pihak Kepolisian berkoordinasi dengan pihak keluarga korban, akhirnya dari pihak keluarga korban menyetujui untuk melakukan mediasi di kantor Lalu Lintas Polres Sorong.

Pihak keluarga korban yakni Agus Klasibin dan beberapa orang lainya dan pihak keluarga pelaku melakukan mediasi dan membahas tuntutan dari pihak korban.

Adapun tuntutan dari keluarga korban dalam mediasi itu, sepakat bahwa tuntutan sudah final sebasar 200 juta dan tidak bisa ditawar lagi. Memberikan keringanan kepada pihak keluarga pelaku bahwa dari keluarga pelaku bisa memberikan jaminan seperti sertifikat tanah dan pihak keluarga pelaku bisa mencicil sampe lunas Rp 200 juta.

Sementara, pihak keluarga pelaku, meminta keringanan kepada pihak keluarga korban agar bisa  mengurangi denda, karena tidak sanggup untuk membayar Rp 200 juta, dikarenakan sudah meminta bantuan kemana-mana dan tidak ada yang bisa membantu termasuk keluarga besar.

Setelah melalui proses panjang, sekitar pukul 15.40 WIT, pihak keluarga korban dan pihak keluarga pelaku membuat kesepakatan bahwa pihak keluarga korban yang diwakili oleh kakak dan adik dari pelaku harus membayar denda uang sebesar Rp. 50.000.000 dan pembayarannya paling lambat 19 Juni 2020

Pukul 16.12 WIT, keluarga korban dibantu aparat kepolisian Polres Sorong membuka palang sehingga arus lalu lintas kembali normal. Dengan adanya kesepakatan pembayaran denda tersebut, diharapkan untuk dikemudian hari dari pihak keluarga korban tidak melakukan aksi pemalangan jalan lagi terkait dengan masalah tersebut. [MPS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *