UM Sorong Siapkan Pelayanan Multi Dimensi

Sorong, PbP – Meski sedang dilanda badai kecil yang coba menggangu eksistensinya,  Universitas Muhammadiyah (UM) Sorong tetap kokoh berjalan melaksanakan misi menyiapkan sumber daya manusia yang handal di Kota Sorong secara khusus, dan Tanah Papua secara umum dalam pembangunan.

UM Sorong dibawah nahkoda baru, Dr. H. Muhammad Ali, MM.,MH telah menyiapkan metode strategis untuk makin meningkatkan lagi mutu mahasiswa dan calon mahasiswa baru yang sebentar lagi mulai melakukan registrasi pendaftaran masuk. Metode strategis baru yang disiapkan oleh UM Sorong merupakan kolaborasi metode sebelumnya dengan keinginan Pimpinan Pusat Muhammadiyah yang mengingikan agar semua perguruan tinggi Muhammadiyah harus bisa mengikuti tantangan perkembangan teknologi dan informasi yang semakin pesat.

“Untuk tahap awal, kami sementara akan mendata semua mahasiswa,” kata Rektor UM Sorong, Muhammad Ali saat ditemui Papua barat Pos beberapa waktu lalu, sebelum pembukaan palang kampus oleh pemilik hak ulayat bersama tua-tua adat Suku Moi.

Namun UM Sorong tentu terus mengikuti perkembangan wabah Covid-19. Apakah masih belum juga redah atau sudah mampu diatasi oleh Pemerintah guna menyesuaikan metode strategis yang sedang disiapkan untuk meningkatkan sumber daya manusia di Sorong Raya secara khusus dan Provinsi Papua Barat secara umum.

Metode strategis yang disiapkan itu, kata Muhammad Ali yakni berbasis Informasi dan Teknologi yang tentu disesuaikan pula dengan kemampuan dan ketersediaan sumber daya mahasiswa dan dosen. “Kami istilahkan dengan nama pelayanan multi dimensi,” kata Muhammad Ali.   

Memang ada tuntutan agar semua perguruan tinggi Muhammadiyah ke depan dapat memberikan perkuliahan secara online. “Keinginan itu, sudah jauh hari disampaikan sebelum adanya wabah Covid-19. UM di Kalimantan telah mengakomodir perkulihaan secara online. Kita sebenarnya sudah ketinggalan jauh dari kampus lain yang sudah menerapkan perkuliahan secara online,” tutur Muhammad Ali.  

Rektor UM Sorong lalu memberikan penjelasan soal metode pelayanan Multi dimensi. Dimana diketahui bersama, ada mahasiswa dan dosen yang sudah familiar dengan IT. Ada pula yang terbatas dari sisi fasilitas penunjang buat mengunakan IT, misalnya ketersediaan pulsa, lalu ada mahasiswa yang terlanjur pulang kampung dan terjebak di luar Kota dan Kabupaten Sorong, karena terkena imbas kebijakan  Lockdown atau karantina wilayah oleh pemerintah buat memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Semua kondisi inikan tentu harus dipikirkan oleh kampus buat dilayani. Maka itu, langkah awal yang siap dilakukan pihak kampus yakni mendata kembali semua mahasiswa, dari sisi keungulan, keterbatasan dan kondisi kekinian yang memaksa mereka tidak bisa secara full hadir di kampus buat mengikuti perkuliahan,” terang Muhammad Ali.  

Sebelum wabah Covid-19, kata dia, ada fakultas yang sudah melakukan kuliah secara online. “Itu jauh sebelum ada Covid-19 sudah ada pikiran ke situ, sama dengan perguruan tinggi Muhammadiyah di Kalimantan. Di sana, sebagian mahasiswa karena kesibukan bekerja, membuat mereka  tidak bisa selalu ada di kampus buat mengikuti perkuliahan, tetapi kuliahnya tetap lancar, sebab dia bisa mengikuti perkuliahan dari tempatnya bekerja secara online. Metode perkuliahan  memang sudah dilakukan oleh Universitas Terbuka, jadi kita sudah sangat tertinggal. Maka itu, secara bertahap akan kami lakukan buat mengejar ketertinggalan sekaligus sebagai sumbangsi UM Sorong bagi pembangunan di Tanah Papua melalui penyiapan sumber daya manusia yang berintelektual dan berdaya saing,” tutupnya. [EYE-SF]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry
1

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *