Vaksin SINOVAC Tiba di Manokwari, Ratusan Personil Polri Disiagakan

Manokwari, PbP – Vaksin Covid-19 (SINOVAC) sebanyak 7.160 dosis yang merupakan jatah Provinsi Papua Barat dari Pemerintah Pusat tiba di Bandara Rendani, Kabupaten Manokwari, Selasa (5/1) pukul 08.00 WIT.

Ribuan dosis vaksin yang terbungkus dalam 4 koli itu dijemput langsung Gubernur Drs Dominggus Mandacan bersama forum komunikasi pimpinan daerah (Forkopimda) Provinsi Papua Barat.

Setelah tiba di VIP Room Bandara Rendani Manokwari, vaksin SINOVAC selanjutnya diantar ke Gudang Farmasi milik Dinas Kesehatan Provinsi dengan di kawal Patwal Direktorat Lalu Lintas dan Sub Gegana Satuan Brimob Polda Papua Barat. Dimasukan di kendaraan, mobil Daihatsu Grand Max Warna Putih No.Pol PB 1735 MD.

Pengamanan dilakukan dengan melibatkan 194 personil kepolisian diantaranya 1 SSK Satuan Brimob, 1 Platon Satuan Sabhara, 1 Regu Satuan Lalu Lintas Polda Papua Barat dan 1 pleton Personil Polres Manokwari.

Kabid Humas Polda Papua Barat Kombes Pol Adam Erwindi, S.IK.,MH melalui siaran persnya kepada awak media menjelaskan, alasan pengawalan ini bahwa untuk memastikan vaksin tersebut aman sampai ke tujuan, tanpa ada yang menggagu atau  menghalangi khususnya dari orang-orang tidak bertanggung jawab dan sudah sesuai dengan SOP.

Selain itu kata Kombes Adam Erwindi melanjutkan, kedatangan Vaksin Covid 19 (SINOVAC) di Wilayah Provinsi Papua Barat berdasarkan Perpres Nomor 99 Tahun 2020 tentang Pengadaan Vaksin dan Pelaksanaan Vaksinasi dalam rangka Penanggulangan Pandemi Corona Virus Disease 2019 (Covid 19).

“Pelaksanaan Pengamanan dan Pengawalan Vaksin Covid 19 bertujuan untuk memberikan Dukungan terhadap Program Pemerintah agar Pendistribusian Vaksin tersebut dapat berlangsung dengan aman dan lancer,” ujar Erwindi.

Dengan datangnya Vaksin Covid 19 (SINOVAC) di Wilayah Provinsi Papua Barat maka dimungkinkan terjadinya aksi unjuk rasa oleh masyarakat khususnya Orang Asli Papua (OAP) yang ingin mendapatkan vaksin tersebut.

Kemudian mengantisiapsi penyelewengan atau penyaluran vaksin tidak tepat sasaran yang dilakukan oleh oknum tertentu baik petugas farmasi maupun BPOM Papua Barat, Tim Gugus Tugas dan Pegawai Dinas Kesehatan Papua Barat.

“Kita harus juga antisipasi aksi pencurian mengingat lokasi gedung farmasi jauh dari keramaian,” katanya.

Bukan hanya vaksin tersebut mendapat pengawalan ke tempat penyimpanan, kepolisian juga menerjunkan personil untuk melakukan pengawasan ketat di areal Gudang Farmasi dengan melibatkan Satuan Brimob. [ARS-MJ]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *