Vokasi BP Jamsostek Rangkul Karyawan Putus Kontrak Atau PHK

Aimas, PbP Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (BPJAMSOSTEK) menyelenggarakan vokasi atau pelatihan kerja bagi para pekerja yang mengalami putus kontrak kerja atau Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Hal itu bertujuan agar para pekerja, bisa belajar kembali meningkatkan kemampuan maupun keahlian.

“BPJAMSOSTEK melalui Peraturan Menteri Keuangan, ditunjuk menjadi salah satu penyelenggara vokasi. Karena dinilai relevan dan erat dengan bisnis yang diselenggarakan oleh BPJAMSOSTEK yaitu jaminan sosial ketenagakerjaan. Dengan stakeholder-nya adalah pekerja, pengusaha, dan pemerintah,” kata Kepala BPJamsostek Papua Barat, Mintje Wattu kepada media ini di gedung ACC  usai Gubernur Papua Barat, Domingus Mandacan melaunching program vokasi Indonesia Kerja BP Jamsostek Cabang Papua Barat, Kamis (30/7).

Ia menjelaskan, program tersebut bakal meningkatkan sumber daya manusia. Hal itu sesuai dengan rancangan besar program pemerintah beberapa tahun mendatang. Vokasi juga merupakan komitmen pemerintah untuk membentuk profil sumber daya manusia (SDM) yang tangguh, unggul dan sesuai dengan visi misi Presiden Jokowi.

BPJAMSOSTEK bekerja sama dengan berbagai lembaga pelatihan yang sudah dijamin kualitasnya. Mulai dari milik pemerintah, balai latihan kerja dan perusahaan swasta. Hingga saat ini BPJS Ketenagakerjaan telah bekerjasama dengan 18 Lembaga Pelatihan Kerja (LPK) di seluruh Indonesia.

“Untuk wilayah Papua Barat kuota  sebanyak 100 orang peserta dan yang sudah mendaftar maupun mengikuti pelatihan sesuai dengan kuota yang ada.  Untuk pelatihan sudah berlangsung sejak tahun  2019, namun baru dilakukan launching oleh Gubernur Papua Barat,” ungkapnya.

Lanjut kepala BP Jamsostek, pelatihan tersebut diberikan secara gratis tanpa pungutan kepada para peserta selain itu juga, peserta diberikan uang saku, fasilitas maupun sertifikat. Setelah mengikuti pelatihan para peserta nantinya akan dikembalikan kepada pemberi kerja dalam hal ini pihak perusahaan.

“Persyaratan untuk peserta vokasi yakni, pernah menjadi Peserta BPJS TK, berhenti dari tempat kerja atau perusahaan tidak lebih dari 2 tahun dan belum mengklem tabungan.  Sehingga BP Jamsostek tidak lagi memberikankartu yang baru, dapat mendaftar dengan kartu yang lama,” ujar kepala BP Jamsostek.

Selain melakukan launching vokasi pada kesempatan itu, Bupati Kabupaten Sorong Johny kamuru menyerahkan santunan kematian kepada ahli waris yakni aparatur kampung senilai Rp. 45 juta yang di biayai oleh pemerintah Kabupaten Sorong. [MPS-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *