Warga Dinilai Belum Punya Rasa Memiliki Kota Sorong

Sorong, PbP – Kondisi sampah di Kota Sorong sampai saat ini masih belum bisa teratasi dengan baik. Pasalnya di beberapa sudut kota, masih ada saja sampah yang berserakan di jalan dan menyebabkan bauh yang tidak sedap.

Dari hasil pantauan media ini, salah satu faktor yang mempengaruhi adalah minimnya tempat sampah, sehingga masyarakat membuang sampah sembarangan. Bahkan di salah satu kelurahan di Kota Sorong karena tidak tersedianya tempat sampah, masyarakat sering menggantung sampah di pohon-pohon yang ada di sepanjang jalan, agar bisa diangkut truk pengangkut sampah yang melintas setiap pagi.

Sampah yang tidak diatur dengan baik itu menjadi salah satu faktor penyebab terjadinya banjir di Kota Sorong. Terlihat di beberapa drainase di Kota Sorong tersumbat akibat sampah yang dibuang sembarangan oleh masyarakat.

Wali Kota Sorong, Drs. Ec. Lambert Jitmau, MM saat dikonfirmasi menjelaskan bahwa yang menghasilkan sampah di Kota Sorong adalah masyarakat sendiri.

“Yang menghasilan sampah bukan walikota. Tetapi yang menghasilkan sampah adalah warga masyarakat Kota Sorong. Sementara itu imbauan tidak pernah alpa dari media masa,” ujar Walikota saat di temui di kantor Wali Kota Sorong, Jumat (18/9).

Kata Lambert, sudah ada imbauan, namun masyarakat tidak pernah mengindahkan himbauan tersebut. “Saya tidak bisa katakan warga Kota Sorong tidak ada kesadaran, karena nanti ada yang tersinggung dan yang paling tepat adalah masyarakat Kota Sorong tidak punya rasa memiliki Kota Sorong dan tidak mau bertanggungjawab atas Kota Sorong,” tegas Lambert.

Dibeberkan Lambert bahwa ada hal-hal khusus yang menjadi tanggungjawab teknis pemerintah, tetapi adapun hal-hal umum lainya yang harus menjadi tanggungjawab bersama.

“Imbauan sudah disampaikan membuang sampah pada tempat yang tepat dan pada waktu yang tepat. Tetapi sama sekali tidak diindahkan,” beber Lambert.

Ia mengatakan, pemerintah telah memiliki niat baik untuk mengeluarkan edaran dan mengimbau, namun tergantung niat baik dari warga untuk mendengar dan mengikuti imbauan yang ada.

“Kalau sama sekali tidak peduli, maka tidak akan pernah berubah dan bahkan menyalahkan satu dengan yang lainya,” pungkasnya. [JEF-MJ]

Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *