Warga Kampung Arar Fokus Kembangkan Budidaya Rumput Laut

Aimas, PbP Warga Kampung Arar Distrik Mayamuk Kabupaten Sorong, mulai mengembangkan budidaya rumput laut sebagai sumber ekonomi keluarga. Sejak dimulai budidaya pada Oktober lalu, panen perdana komoditas ini dilakukan oleh Bupati Sorong, Selasa (26/11).

Budidaya rumput laut ini merupakan pilot project Program Inkubasi Inovasi Desa Pemberdayaan Ekonomi Lokal (PIIDPEL) yang diinisiasi Tim Pengelola Kegiatan Kemitraan (TPKK) Kampung Arar. Komoditas ini dikembangkan di perairan Kampung Arar.

Ketua TPKK, Muhammad Yassin Rumbrawer menjelaskan, dengan sumber dana dari Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi RI sebesar Rp 944,123.000, pihaknya membentuk 24 kelompok pembudidaya.

“Semuanya warga kampung Arar. Masing-masing kelompok terdiri dari satu keluarga,” kata Yassin.

Yassin menjelaskan, TPKK mengakomodir petani perorangan yang memiliki kesungguhan untuk budidaya, dengan membagi bibit dan melakukan pendampingan. Mengawali program ini, TPKK mendatangkan bibit rumput laut dari Ternate sebanyak 3 ton.

“Tapi karena perairan Ternane dan Papua ini ada perbedaan kadar garam air laut, bibit yang kami tanam ini butuh penyesuaian agak lama. Makanya untuk perkembangannya sedikit lambat, tidak sesuai dengan target,” jelas Yassin.

Dengan alasan itu, lanjut Yassin, maka dalam panen perdana yang dilakukan oleh Bupati Sorong Johny Kamuru, hasilnya tidak dijual atau disetor ke pembeli. Setelah dikoordinasikan dengan petaninya, hasil panen itu akan dikembangkan lagi menjadi bibit untuk budidaya selanjutnya.

“Melihat kondisi ini, kami mengambil langkah penanaman kembali dari hasil panen hari ini. Kami sudah kooridinasikan dengan kelompok tani dan mereka siap melakukan itu,” tandasnya.

Yassin berkisah, semangat masyarakat Kampung Arar ini sempat mengendor dalam budidaya rumput laut. Pada tahun 2009/2010 lalu, warga Kampung Arar  pernah mendapatkan program budidaya rumput laut dari Dinas Perikanan Kabupaten Sorong. Ketika program itu mulai dijalankan, petani budidaya bingung untuk memasarkan hasil panennya. Sementara untuk mengolah menjadi produk makanan, mereka belum terampil.

Semangat masyarakat dibangkitkan lagi olah TPKK Kampung Arar. Selain melakukan pendampingan dalam hal budidaya dan perawatan, TPKK juga mencarikan pembeli agar hasil panen mereka bisa menjadi duit.

“Kami sudah buat MoU dengan CV Timber Papua di Manokwari, sebagai salah satu pembeli. Jika CV ini tidak mampu, dari Kemendes PDT sudah siap untuk mendatangkan pembeli. Kami sudah koordinasikan ini dengan Kementerian,” ungkap Yassin.

Sementara, Bupati Sorong Johnny Kamuru, mengapresiasi langkah yang dilakukan TPKK Kampung Arar. Menurutnya, pemberdayaan ekonomi lokal dan apa yang dilakukan TPKK sudah benar.

“Tidak perlu banyak program. Cukup fokus pada satu atau dua program, yang penting jelas arahnya. Didampingi mulai dari awal, hingga pemasarannya sehingga bagaimana barang ini bisa memiliki nilai ekonomis,” ujar bupati  berpesan. [MPS-MJ]

Please follow and like us:
Like
Like Love Haha Wow Sad Angry

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *