Subsidi Dibajak! Minyak Tanah Jatah Rakyat Diduga Dijual ke Penadah, APH Diminta Telusuri
Ilustrasi masyarakat mengantri minyak tanah
Kota Sorong,PbP- Minyak tanah bersubsidi yang disediakan pemerintah kembali menjadi sorotan publik. Pasalnya, distribusi bahan bakar tersebut diduga tidak sepenuhnya dinikmati oleh masyarakat kurang mampu yang menjadi sasaran utama program subsidi.
Di lapangan, muncul pertanyaan besar terkait peruntukan minyak tanah bersubsidi, apakah benar-benar diberikan kepada masyarakat yang membutuhkan atau justru dijual kembali oleh oknum agen dan pangkalan kepada penadah dengan harga jauh di atas ketentuan pemerintah.
Sejumlah warga mengeluhkan adanya praktik penjatahan minyak tanah oleh pangkalan. Masyarakat hanya memperoleh sebagian kecil, sementara sisa kuota diduga sengaja disisihkan untuk kemudian dijual kembali dengan harga lebih tinggi demi meraup keuntungan pribadi.
Praktik tersebut dinilai sangat merugikan masyarakat kecil. Selain sulit memperoleh minyak tanah, warga juga terpaksa membeli dengan harga mahal di luar pangkalan resmi, sehingga tujuan pemerintah memberikan subsidi tidak tercapai secara optimal.
Tidak hanya merugikan masyarakat, dugaan penyimpangan distribusi minyak tanah bersubsidi ini juga berdampak pada kerugian negara. Subsidi yang seharusnya tepat sasaran justru dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk kepentingan pribadi.
Atas kondisi tersebut, masyarakat meminta aparat penegak hukum untuk turun tangan dan mendalami dugaan penyimpangan dalam penyaluran minyak tanah bersubsidi. Penegakan hukum dinilai penting agar praktik serupa tidak terus berulang.
Diharapkan, dengan adanya pengawasan ketat dan tindakan tegas dari aparat berwenang, distribusi minyak tanah bersubsidi dapat kembali berjalan sesuai aturan dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat kurang mampu. [MPS]
