Wali Kota Sorong Septinus Lobat Daftar Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Daya
Ketua Steering Committee (SC),Max Hehanusa sekretaris Steering Committee (SC), Yan Bosawer.
Kota Sorong,PbP- Suasana salah satu kafe di Kota Sorong pada Kamis malam (20/11/2025) menjadi pusat perhatian ketika Wali Kota Sorong, Septinus Lobat, resmi mendaftarkan diri sebagai bakal calon Ketua DPD Partai Golkar Papua Barat Daya. Pendaftaran tersebut berlangsung bersamaan dengan perpanjangan waktu pengambilan formulir hingga pukul 20.00 WIT. Selain Lobat, satu nama lain yang turut mengambil formulir adalah Febri Jein Anjar, S.E., M.M., anggota DPR Papua Barat Daya periode 2024–2029.
Panitia Musda II Partai Golkar menyampaikan bahwa pembukaan pengambilan formulir dimulai pukul 10.00 WIT. Perwakilan dari Septinus Lobat tercatat sebagai pihak pertama yang mengambil formulir, disusul Febri Jein Anjar pada pukul 14.00 WIT. Hingga batas waktu penutupan pukul 20.00 WIT, hanya dua calon tersebut yang resmi tercatat mengambil formulir pendaftaran.
Proses pendaftaran akan berlanjut pada Jumat (21/11/2025) dengan agenda pengembalian berkas serta pengesahan kelengkapan administrasi. Panitia memastikan bahwa hanya dua bakal calon yang akan mengembalikan berkas sesuai jumlah pengambil formulir. Setelah pengembalian berkas, panitia akan melakukan evaluasi dan verifikasi sebelum menetapkan bakal calon yang akan dibawa ke Musyawarah Daerah (Musda).
Musda II Partai Golkar Papua Barat Daya sendiri dijadwalkan berlangsung pada 22 November 2025, dengan agenda utama pembukaan rekrutmen bakal calon ketua. Di dalam formulir pendaftaran, panitia telah mencantumkan sejumlah persyaratan yang wajib dipenuhi sesuai ketentuan juklak dan hasil rapat partai. Bakal calon yang memenuhi syarat administrasi dan dukungan akan dituangkan dalam berita acara sebagai calon sah untuk dibawa ke forum Musda.
Dalam Musda, aturan partai menetapkan bahwa apabila ada calon yang memperoleh dukungan minimal 50 persen, maka ia dapat ditetapkan sebagai ketua terpilih secara aklamasi. Panitia berharap proses Musda II berjalan lancar, tertib, dan meriah, serta mendapat dukungan dari seluruh pihak demi kemajuan Partai Golkar Papua Barat Daya.
Salah satu isu yang cukup menjadi sorotan adalah status Septinus Lobat yang bukan merupakan kader Golkar. Menanggapi hal tersebut, Ketua Panitia, Max Hehanusa, menegaskan bahwa hal itu diperbolehkan. Lobat sebelumnya merupakan kader Partai PSI Kota Sorong, namun aturan Partai Golkar memberikan ruang khusus bagi figur non-kader untuk maju dengan syarat tertentu.
Menurut Hehanusa, dalam juklak Partai Golkar terdapat 10 kriteria, dan pada kriteria ke-10 disebutkan bahwa bakal calon yang tidak memenuhi persyaratan sebelumnya masih dapat diterima jika mendapat persetujuan dari Ketua Umum DPP Golkar. “Ini merupakan bentuk otoritas pemimpin tertinggi partai untuk menentukan arah politik ke depan. Jika telah disetujui, maka hukumnya wajib dilaksanakan,” ujar Hehanusa yang juga menjabat Ketua Steering Committee (SC), didampingi Sekretaris SC, Yan Bosawer.
Dengan dua calon yang telah masuk dalam proses seleksi, Musda II Partai Golkar Papua Barat Daya pada 22 November mendatang diprediksi akan berlangsung dinamis. Panitia berharap seluruh kader dan simpatisan dapat menjaga kekompakan dan mendukung jalannya Musda demi kejayaan Partai Golkar di wilayah Papua Barat Daya. [MPS]
