Rico Sia Dorong IKM Papua Barat Daya Jadi Kekuatan Ekonomi Baru

0
IMG-20260905-WA0017

Sorong,PbP- Sektor Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Provinsi Papua Barat Daya terus dipacu agar mampu menjadi salah satu pilar kekuatan ekonomi masyarakat. Kehadiran produk-produk IKM lokal dinilai tidak hanya sekadar pelengkap sektor pariwisata, melainkan berpotensi besar menjadi penggerak utama roda perekonomian daerah.

 

Langkah strategis ini diwujudkan melalui agenda Bimbingan Teknis (Bimtek) Penumbuhan dan Pengembangan Wirausaha Baru IKM di Provinsi Papua Barat Daya yang digelar selama empat hari. Dalam program intensif tersebut, para peserta tidak hanya dibekali dengan teori kewirausahaan, tetapi juga terlibat langsung dalam sesi praktik untuk mengasah keterampilan serta kreativitas dalam menghasilkan produk bernilai jual tinggi.

 

Anggota Komisi VII DPR RI, Rico Sia, menegaskan bahwa struktur ekonomi di Papua Barat Daya sudah saatnya bergerak lebih kreatif dan tidak boleh hanya bergantung pada satu sektor pariwisata saja. Menurutnya, ekosistem UKM dan IKM memiliki peran ganda, yakni sebagai penyokong industri pariwisata sekaligus pembuka ruang usaha baru bagi masyarakat luas.

 

“Harapannya ekonomi daerah semakin kreatif dan berkembang. Bukan hanya di bidang pariwisata, tetapi sektor UKM juga hadir sebagai pendukung utama pariwisata tersebut,” ujar Rico di sela-sela kegiatan.

 

Rico menambahkan, para pelaku usaha di Papua Barat Daya dituntut untuk terus berinovasi agar produk yang dihasilkan relevan dengan kebutuhan pasar dan memiliki nilai tambah. Oleh karena itu, dukungan berkelanjutan terhadap usaha kerakyatan menjadi hal yang krusial agar masyarakat lokal memiliki kesempatan setara dalam mengembangkan keahlian dan memperkuat fondasi bisnis mereka.

 

Sebagai bentuk stimulasi dan apresiasi atas komitmen peserta, panitia penyelenggara memberikan sertifikat penghargaan kepada anggota UMKM yang dinilai potensial. Penghargaan ini diharapkan dapat menjadi lecutan motivasi bagi para pelaku usaha untuk konsisten menaikkan kelas usahanya.

 

Menariknya, puncak dari rangkaian Bimtek empat hari ini ditutup dengan gelaran peragaan busana atau fashion show. Pakaian-pakaian yang dipamerkan oleh para model merupakan murni hasil karya orisinal para peserta selama mengikuti pelatihan. Agenda fashion show ini sekaligus menjadi panggung apresiasi untuk memperkenalkan potensi kreativitas dan kualitas produk lokal kepada publik.

 

Melalui program ini, pemerintah dan pemangku kepentingan berharap output kegiatan tidak berhenti pada tataran seremonial pelatihan semata. Bimtek ini ditargetkan mampu mencetak wirausaha baru yang mandiri, memperkokoh posisi produk lokal di pasar domestik, serta membuka lapangan kerja baru demi kesejahteraan masyarakat di Papua Barat Daya. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *