Melalui Dialog Bersama Mahasiswa Muslim Papua, LMA Papua Barat Daya Dorong Dukungan terhadap Program Ketahanan Pangan dan Program Pemerintah di Papua Barat Daya

0
IMG-20260717-WA0007

Sorong,PbP– Lembaga Masyarakat Adat (LMA) Provinsi Papua Barat Daya bersama Komunitas Mahasiswa Muslim Papua Kampus IAIN Sorong menggelar kegiatan Mimbar Aspirasi Santai (MAS) – Ruang Aspirasi Suara Adat (RASA) di Kampus IAIN Sorong, Jumat (17/7/2026). Dialog yang mengangkat tema “Bicara Program Ketahanan dan Swasembada Pangan di Papua Barat Daya Wilayah Budaya Doberai” tersebut diikuti sekitar 20 peserta yang terdiri dari tokoh adat, akademisi, dan mahasiswa.

 

Kegiatan menghadirkan Tokoh Intelektual Muslim Papua sekaligus Dosen IAIN Sorong, Irsyad Macap, Pelaku Seni Budaya Orang Asli Papua sekaligus Tokoh Muda Suku Maya Raja Ampat, Muhammad Sofyan Sharul Najah Baria, serta Ketua LMA Kota Sorong, Thomas Malak. Sekretaris LMA Provinsi Papua Barat Daya sekaligus DAS Maya Raja Ampat, Fatra Muhammad Soeltif, mengatakan bahwa LMA hadir sebagai wadah yang menjembatani aspirasi masyarakat adat sekaligus mendukung pembangunan yang memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat Papua Barat Daya.

 

Menurutnya, ketahanan pangan merupakan upaya memastikan masyarakat memperoleh akses terhadap pangan yang cukup, aman, bergizi, dan terjangkau, sedangkan swasembada pangan merupakan kemampuan suatu daerah memenuhi kebutuhan pangannya melalui hasil produksi sendiri.

 

Ia menilai Papua Barat Daya memiliki potensi besar pada sektor pertanian, perkebunan, perikanan, dan peternakan yang perlu dikelola secara optimal agar mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta mengurangi ketergantungan terhadap pasokan pangan dari luar daerah.

Fatra juga mengajak mahasiswa sebagai generasi muda untuk berkontribusi melalui inovasi, edukasi, dan pendampingan masyarakat dalam mendukung penguatan ketahanan pangan. Ia berharap forum dialog seperti ini dapat menjadi ruang bertukar gagasan yang mampu melahirkan kontribusi nyata bagi pembangunan Papua Barat Daya.

 

Sementara itu, Muhammad Sofyan Sharul Najah Baria berharap kegiatan serupa tidak berhenti di lingkungan kampus, tetapi dapat dilanjutkan melalui sosialisasi dan edukasi langsung kepada masyarakat mengenai berbagai program strategis pemerintah. Ia juga mengajak mahasiswa, tokoh adat, dan seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menangkal penyebaran hoaks maupun informasi yang belum terverifikasi agar tidak menimbulkan kesalahpahaman yang dapat memengaruhi stabilitas sosial di Papua Barat Daya.

 

Dalam kesempatan tersebut, Sofyan turut menyoroti beredarnya konten film Pesta Babi yang menurutnya telah menimbulkan keresahan di sebagian masyarakat. Oleh karena itu, ia menilai diperlukan edukasi dan penyampaian informasi yang benar agar masyarakat tidak mudah terpengaruh oleh narasi yang berpotensi memicu kesalahpahaman maupun perpecahan.

 

Ketua LMA Kota Sorong, Thomas Malak, mengajak masyarakat Papua, khususnya Orang Asli Papua (OAP), untuk mengubah pola pikir menjadi lebih kreatif, inovatif, dan produktif dalam mengelola sumber daya alam yang dimiliki sehingga mampu menjadi pelaku utama pembangunan di atas tanah Papua. Menurut Thomas, penguatan kewirausahaan dan pemanfaatan potensi lokal perlu terus didorong agar semakin banyak Orang Asli Papua mampu memasuki dunia usaha (go bisnis), menciptakan kemandirian ekonomi, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

 

Dialog berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab yang diikuti mahasiswa dan peserta lainnya. Berbagai pandangan dan gagasan mengenai penguatan ketahanan pangan, pemberdayaan masyarakat adat, serta peran generasi muda dalam pembangunan menjadi fokus pembahasan sebelum kegiatan ditutup dengan penyampaian testimoni dan foto bersama.

 

Melalui forum tersebut, para peserta turut mendorong penguatan edukasi kepada masyarakat mengenai berbagai program strategis pemerintah, peningkatan peran generasi muda dalam pembangunan, pemberdayaan Orang Asli Papua melalui pengembangan kewirausahaan, serta pentingnya menangkal penyebaran hoaks guna menjaga stabilitas keamanan dan mendukung percepatan pembangunan di Papua Barat Daya. Kegiatan kemudian ditutup dalam suasana aman, tertib, dan penuh semangat kebersamaan. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *