Bukan Sekadar Satuan Tempur, Yonif TP 806 Buktikan Kiprah Nyata Bangun Ketahanan Pangan
Komandan Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom
Sorong,PbP – Batalyon Infanteri Teritorial Pembangunan (Yonif TP) 806/Satya Inyomusi terus menunjukkan perannya sebagai satuan TNI Angkatan Darat yang tidak hanya menjaga kedaulatan negara, tetapi juga menjadi penggerak ketahanan pangan di Papua Barat Daya.
Bermarkas di Aimas, Kabupaten Sorong, Yonif TP 806 mengemban tugas ganda dengan memadukan fungsi pertahanan dan pemberdayaan masyarakat. Selain menjaga stabilitas keamanan, satuan ini aktif mengembangkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan sekaligus mendampingi masyarakat dalam mengelola lahan pertanian yang selama ini tidak produktif.
Di bawah kepemimpinan Komandan Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom, lahan kosong di lingkungan markas disulap menjadi kawasan pertanian terpadu yang menghasilkan berbagai komoditas pangan.

Beragam tanaman seperti timun, terong, pepaya, jagung, nanas, dan aneka sayuran dibudidayakan, termasuk melalui sistem hidroponik. Selain itu, Yonif TP 806 juga mengembangkan konsep integrated farming dengan menggabungkan sektor pertanian, peternakan, dan perikanan dalam satu kawasan produktif.
Di sektor peternakan dan perikanan, satuan ini membudidayakan ayam petelur, ikan lele, ikan mujair, serta ternak babi. Seluruh proses dikerjakan secara gotong royong oleh para prajurit, mulai dari pengolahan lahan, penanaman, perawatan tanaman, hingga pemeliharaan ternak dan ikan.
Tak berhenti di lingkungan markas, Yonif TP 806 juga berpartisipasi aktif mendorong masyarakat mengembangkan sektor pertanian melalui pendampingan kepada kelompok-kelompok tani. Prajurit turun langsung membantu warga menghidupkan kembali lahan-lahan pertanian yang telah lama terbengkalai, terutama lahan untuk budidaya padi.
Pendampingan tersebut dilakukan melalui pemberian bantuan sesuai kemampuan satuan, seperti pupuk, obat-obatan pertanian, serta dukungan tenaga prajurit dalam proses pembukaan dan pengolahan lahan.
Menurut Yonif TP 806, tenaga merupakan kontribusi utama yang dapat diberikan kepada masyarakat. Karena itu, para prajurit siap terlibat langsung membantu petani mulai dari membersihkan lahan, mengolah tanah, hingga proses penanaman.

“Sepanjang tahun 2025, Yonif TP 806 bersama masyarakat berhasil membuka sekitar 12 hektare lahan tidur di kawasan SP 2. Hingga tahun 2026, luas lahan yang berhasil diaktifkan kembali meningkat menjadi sekitar 16 hektare, dengan fokus pengembangan lahan pertanian padi guna mendukung program swasembada pangan nasional,” ungkap Komandan Yonif TP 806/Satya Inyomusi, Letkol Inf Handi Wibowo, S.I.Kom kepada media ini saat ditemui di ruang kerjanya,Kamis (30/7/2026).
Selain berkontribusi di sektor pangan, Yonif TP 806 tetap menjalankan fungsi utamanya sebagai satuan tempur. Profesionalisme prajurit terus ditingkatkan melalui berbagai latihan, termasuk Latihan Menembak Senjata Ringan (Bakjatri), guna memastikan kesiapan menghadapi berbagai potensi ancaman terhadap kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Pendekatan humanis juga menjadi bagian dari pelaksanaan tugas satuan. Kehadiran prajurit di tengah masyarakat diarahkan untuk memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat melalui kegiatan sosial, pemberdayaan masyarakat, dan pendampingan sektor pertanian.
Kawasan pertanian terpadu di Markas Yonif TP 806 bahkan dimanfaatkan sebagai sarana edukasi. Satuan ini secara rutin menerima kunjungan mahasiswa dan lembaga pendidikan untuk mempelajari konsep pertanian modern serta pentingnya ketahanan pangan.
Melalui sinergi antara tugas pertahanan dan pembangunan masyarakat, Yonif TP 806/Satya Inyomusi membuktikan bahwa menjaga kedaulatan negara tidak hanya dilakukan melalui kesiapan tempur, tetapi juga dengan membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ketahanan pangan. [MPS]
