DPPLH Kota Sorong Dorong Sekolah Terapkan 3R dan Wujudkan Adiwiyata
Kepala DPPLH Kota Sorong, Corina Mansawan, SE., MM., didampingiKepala Bidang Penataan dan Peningkatan Kapasitas Lingkungan Hidup, Ivon Sinta Kalami, S.Sos., membuka kegiatan sosialisasi. [MPS]
Sorong, PbP – Dinas Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (DPPLH) Kota Sorong mendorong sekolah menerapkan gerakan 3R (Reduce, Reuse, RecycleRecycle) sebagai langkah nyata mengurangi sampah dan menciptakan lingkungan pendidikan yang bersih. Upaya tersebut diwujudkan melalui sosialisasi Gerakan 3R, Sekolah Adiwiyata.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula SMP Negeri 4 Malanu, Kota Sorong, Kamis (10/9/2026). Kegiatan melibatkan sejumlah kepala sekolah SD dan SMP se-Kota Sorong, siswa-siswi serta dewan guru.
Kegiatan dibuka Kepala DPPLH Kota Sorong, Corina Mansawan, SE., MM. Dalam sambutannya, Corina menegaskan bahwa pengelolaan sampah tidak hanya menjadi tugas pemerintah, tetapi merupakan tanggung jawab seluruh masyarakat, termasuk warga sekolah.
Menurut Corina, sekolah menjadi tempat yang sangat baik untuk menanamkan kebiasaan menjaga kebersihan dan kepedulian terhadap lingkungan kepada peserta didik. Kebiasaan tersebut, kata dia, perlu dibangun melalui tindakan nyata dan dilakukan secara konsisten.
“Jangan menunggu orang lain menjaga kebersihan. Kita harus mulai dari diri sendiri dan lingkungan sekitar,” tegas Corina dalam sambutannya.

Corina berharap sekolah tidak hanya mengajarkan kebersihan melalui teori, tetapi juga membangun budaya menjaga lingkungan dalam aktivitas sehari-hari. Dengan demikian, siswa dapat membawa kebiasaan tersebut ke lingkungan keluarga maupun masyarakat.
Dalam sosialisasi tersebut, DPPLH Kota Sorong menghadirkan dua narasumber dari Pusat Pengendalian Lingkungan Hidup Papua Barat Daya. Kedua narasumber memberikan pemahaman kepada peserta mengenai konsep Sekolah Adiwiyata serta penerapan gerakan 3R di lingkungan sekolah.
Materi Sekolah Adiwiyata menekankan pentingnya membangun sekolah yang peduli dan berbudaya lingkungan. Sekolah didorong mengintegrasikan kepedulian lingkungan dalam kebijakan, kegiatan pembelajaran, pengelolaan sarana dan prasarana, serta aktivitas warga sekolah.
Sementara itu, materi Gerakan 3R mengajak warga sekolah mengurangi penggunaan barang yang berpotensi menjadi sampah, menggunakan kembali barang yang masih layak serta mendaur ulang sampah menjadi sesuatu yang memiliki manfaat.
Para narasumber juga mendorong sekolah memilah sampah sejak dari sumbernya. Langkah tersebut dinilai dapat mempermudah pengelolaan sampah sekaligus membangun kesadaran siswa bahwa sampah dapat dikurangi dan dimanfaatkan kembali.
Usai penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Sejumlah peserta memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan pertanyaan dan berdiskusi dengan para pemateri terkait penerapan 3R dan program Adiwiyata di sekolah masing-masing.
Melalui kegiatan ini, DPPLH Kota Sorong berharap sekolah dapat menjadi contoh dalam pengelolaan sampah dan pelestarian lingkungan. Pemerintah juga mendorong kepala sekolah, guru dan siswa bergerak bersama membangun sekolah yang bersih, sehat, hijau serta berkelanjutan melalui penerapan Gerakan 3R dan program Sekolah Adiwiyata. [MPS]
