BMP RI Salurkan 15 Ribu Liter Air Bersih untuk Warga Warmon Kokoda yang Dilanda Kekeringan

0
IMG-20260830-WA0003

Kabupaten Sorong,PbP- Barisan Merah Putih (BMP) Republik Indonesia menyalurkan bantuan air bersih sebanyak 15 ribu liter kepada masyarakat Kampung Warmon Kokoda, Distrik Mayamuk, Kabupaten Sorong, Sabtu (29/8/2026). Bantuan tersebut menjadi bentuk kepedulian terhadap warga yang terdampak kemarau panjang dan kesulitan mendapatkan air bersih.

 

Penyaluran air bersih ini dilakukan menyusul kondisi kekeringan yang melanda wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir. Minimnya curah hujan membuat sumber air yang selama ini diandalkan masyarakat semakin terbatas.

 

Kondisi tersebut membuat warga Warmon Kokoda harus mencari sumber air alternatif untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Bahkan, sebagian warga terpaksa mengambil air dari endapan rawa dan lubang-lubang galian yang tersedia di sekitar kampung.

 

Ketua BMP RI Kabupaten Sorong, Imanuel Mobalen, mengatakan bantuan 15 ribu liter air bersih tersebut merupakan bentuk kepedulian organisasi terhadap masyarakat yang sedang menghadapi kesulitan akibat kekeringan.

 

“Bantuan ini merupakan bentuk perhatian kami kepada masyarakat Warmon Kokoda yang saat ini sangat membutuhkan air bersih. Kami berharap bantuan ini dapat sedikit meringankan beban warga di tengah kondisi kemarau panjang,” ujar Imanuel Mobalen.

 

Ia juga berharap kondisi kekurangan air bersih yang dialami warga mendapat perhatian dari pemerintah maupun instansi lainnya. Menurutnya, persoalan air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang harus segera mendapatkan penanganan, terutama jika musim kemarau berlangsung cukup panjang.

 

Sementara itu, salah satu warga Kampung Warmon Kokoda, Kamsila Kasira, menyampaikan terima kasih atas bantuan air bersih yang diberikan BMP RI. Ia berharap bantuan serupa dapat kembali diberikan, termasuk dari instansi lainnya.

 

“Kami sangat berterima kasih dengan adanya bantuan air ini. Selama ini kami sangat kesulitan air bersih. Kami juga sangat mengharapkan bantuan dari instansi lain, kasihan kami,” kata Kamsila kepada media ini.

 

Kamsila menambahkan, di Kampung Warmon Kokoda sebenarnya terdapat sumur bor, namun air yang dihasilkan asin dan dinilai tidak layak digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Karena itu, warga masih sangat bergantung pada sumber air lain yang semakin sulit diperoleh selama kemarau. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *