Temu Raya PAM ke-V Sinode GKI di Tanah Papua Resmi Dibuka di Aimas, Ribuan Pemuda Gereja Siap Jadi Agen Perubahan

0
IMG-20260712-WA0020

Aimas, PbP – Temu Raya Persekutuan Anggota Muda (PAM) ke-V Sinode GKI di Tanah Papua resmi dibuka di Alun-Alun Aimas, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya, Minggu (12/7/2026). Kegiatan yang dipimpin Ketua Sinode GKI di Tanah Papua, Pdt. Dr. Andrikus Mofu, tersebut diikuti sekitar 1.500 peserta dari berbagai klasis se-Tanah Papua.

 

Pembukaan kegiatan berlangsung meriah dengan dihadiri sejumlah pejabat dan tokoh penting, di antaranya Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu, Ketua MRP Papua Barat Daya Alfon Kambu, Ketua DPR Papua Barat Daya Ortisan Fernando Sagrim, Bupati Sorong Johny Kamuru, Bupati Maybrat Karel Murafer, unsur Forkopimda, para pendeta, tokoh adat, tokoh masyarakat, serta kader PAM GKI dari berbagai wilayah pelayanan.

 

Rangkaian kegiatan dimulai pukul 16.11 WIT dengan defile peserta Temu Raya PAM GKI se-Tanah Papua yang menampilkan kekayaan budaya dari berbagai daerah. Acara semakin semarak dengan penampilan tarian dari Pemuda Klasis Malamoi yang mendapat sambutan hangat dari peserta dan masyarakat yang hadir.

 

Selanjutnya, peserta menikmati persembahan pujian dari kelompok Pesparawi sebelum memasuki rangkaian ibadah pembukaan. Ibadah diawali dengan puji-pujian, doa, pembacaan Firman Tuhan dari Amsal 4 ayat 3-5, khotbah, persembahan, doa syafaat hingga aksi refleksi lima menit yang mengajak pemuda merenungkan peran mereka dalam kehidupan bergereja dan bermasyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Sorong Johny Kamuru menyampaikan rasa bangga karena Kabupaten Sorong dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan besar pemuda gereja tersebut. Ia menyambut seluruh peserta dengan hangat dan menyebut kehadiran mereka sebagai berkat besar bagi Tanah Malamoi.

 

Menurut Johny, para anggota PAM merupakan generasi penerus gereja yang memegang peranan penting dalam menentukan masa depan gereja dan Tanah Papua. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta menjadikan Temu Raya ke-V sebagai ruang untuk memperkuat kebersamaan, kreativitas, dan kemandirian pemuda gereja.

 

Gubernur Papua Barat Daya Elisa Kambu dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kepercayaan yang diberikan kepada Papua Barat Daya sebagai tuan rumah kegiatan tersebut. Ia menilai Temu Raya PAM bukan sekadar agenda seremonial, tetapi momentum strategis untuk mempererat persaudaraan dan memperkuat konsolidasi pemuda GKI se-Tanah Papua.

 

Elisa Kambu mengingatkan bahwa pemuda gereja harus mampu menjadi pelaku perubahan di tengah berbagai tantangan zaman, mulai dari perkembangan teknologi digital hingga persoalan sosial yang dihadapi masyarakat Papua. Ia mendorong peserta untuk menjadi obor pelayanan, mitra strategis pemerintah, sekaligus penjaga kedamaian dan persatuan di Tanah Papua.

 

Sementara itu, Ketua Sinode GKI di Tanah Papua Pdt. Dr. Andrikus Mofu menegaskan bahwa Temu Raya PAM ke-V merupakan momentum penting untuk membangun kapasitas spiritual, memperkuat jaringan pelayanan, serta meningkatkan pemahaman pemuda terhadap arah kebijakan dan program Sinode GKI di Tanah Papua.

 

Ia mengajak seluruh peserta agar memanfaatkan forum tersebut untuk berdiskusi, berbagi gagasan, dan merumuskan pemikiran strategis bagi masa depan gereja. Menurutnya, pemuda GKI harus tampil sebagai agen perubahan yang berkarakter Kristus, disiplin, kreatif, dan mampu menjawab berbagai tantangan yang berkembang di masyarakat.

 

Dalam kesempatan itu, Andrikus Mofu secara resmi membuka Temu Raya PAM ke-V Sinode GKI se-Tanah Papua. Ia menegaskan bahwa gereja menaruh harapan besar kepada generasi muda sebagai penerus pelayanan dan pembangunan masyarakat Papua yang damai, adil, dan sejahtera.

 

Temu Raya PAM ke-V diikuti peserta dari 75 klasis definitif dan 13 klasis persiapan yang berasal dari wilayah Jayapura, Sorong Raya, Manokwari, Teluk Cenderawasih, Pegunungan Tengah, Mimika, Nabire hingga wilayah Selatan Papua seperti Merauke, Mappi, Asmat, dan Boven Digoel. Selama pelaksanaan kegiatan yang berlangsung hingga 15 Juli 2026, seluruh peserta akan mengikuti berbagai agenda yang dipusatkan di GKI Bethel Mawolokmai, Kabupaten Sorong, sebelum kembali ke tempat penginapan yang telah disiapkan di sejumlah gereja di wilayah Sorong Raya. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *