FGD Malaumkarta Raya: Satukan Peran, Perkuat Tata Kelola Demi Keberlanjutan Program Kampung

0
IMG-20260301-WA0006

Sorong,PbP- Focus Group Discussion (FGD) bertema “Membagi Peran yang Efisien di Organisasi untuk Mendukung Keberlanjutan Program di Malaumkarta Raya” digelar pada Minggu, 1 Maret 2026, bertempat di Balai Kampung Suatolo, Malaumkarta Raya. Kegiatan ini menjadi ruang refleksi bersama bagi berbagai unsur kelembagaan yang selama ini terlibat dalam pembangunan berbasis potensi lokal di wilayah tersebut.

FGD tersebut dihadiri oleh mitra lintas sektor EcoNusa, antara lain Dewan Adat Malaumkarta Raya, Pemerintah Kampung Malaumkarta Raya, CO EcoNusa, Dewan Pendiri dan Dewan Pengawas PGM, Pengurus PGM, Pengurus Koperasi Egek Malaumkarta Raya, Direktur dan Wakil Direktur CV Egek, staf EcoNusa, Kelompok Pengelola Ekowisata, Ikatan Kampung Malaumkarta Raya, Sanggar Budaya Lemek, POKMASWA, MHA Wooti Kook, serta Persemar Malaumkarta.

Tujuan umum pelaksanaan FGD ini adalah melakukan refleksi dan pembenahan kelembagaan secara menyeluruh guna memperkuat tata kelola organisasi yang lebih efektif, memperjelas pembagian peran, serta mengoptimalkan sumber daya manusia dalam mendukung program pembangunan kampung berbasis potensi lokal di Malaumkarta Raya.

Dalam proses pengelolaan dan pengembangan program di wilayah Malaumkarta Raya, diakui terjadi penurunan dibandingkan lima tahun sebelumnya. Kondisi ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, di antaranya kesiapan organisasi yang belum optimal serta banyaknya program yang masuk tanpa diimbangi kemampuan memobilisasi sumber daya alam dan sumber daya manusia yang tersedia di kampung.

Perkumpulan Generasi Malaumkarta (PGM) sebagai salah satu lembaga utama memang mendapatkan dukungan dari EcoNusa dan beberapa NGO lainnya. Namun secara operasional, peran yang dijalankan dinilai belum maksimal dalam mendorong pembangunan berbasis potensi lokal serta pemberdayaan masyarakat secara berkelanjutan.

Dalam perjalanannya, terdapat sejumlah tantangan internal yang memerlukan perhatian serius. Pembenahan organisasi secara menyeluruh menjadi kebutuhan mendesak, baik dari sisi tata kelola, efektivitas struktur, pembagian peran, maupun optimalisasi sumber daya yang ada. Keterbatasan SDM serta distribusi tanggung jawab yang belum merata menyebabkan beban kerja tidak seimbang dan berdampak pada kurang optimalnya pelaksanaan program.

Selain itu, keberadaan beberapa lembaga mitra yang berjalan bersamaan seperti PGM, Koperasi Egek, CV Egek, dan Kelompok Ekowisata memerlukan kejelasan koordinasi dan mekanisme kerja yang lebih terstruktur. Tanpa pembagian fungsi yang jelas, dikhawatirkan terjadi tumpang tindih peran dan ketidakefisienan dalam pengelolaan sumber daya kampung.

Melalui FGD ini, para peserta sepakat bahwa diperlukan langkah strategis untuk memperkuat kolaborasi antar kelembagaan di Malaumkarta Raya. Forum diskusi terbuka ini diharapkan melahirkan kesepahaman bersama mengenai arah penguatan organisasi, pembagian peran yang lebih jelas, serta strategi pengelolaan sumber daya yang efektif dan berkelanjutan demi kemajuan Malaumkarta Raya ke depan. [MPS]

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *