Oknum Guru di Malaumkarta Diduga Selingkuh, Digerebek Suami Sah hingga Berujung Keributan
Kabupaten Sorong, PbP- Seorang oknum guru berinisial YW, diduga terlibat kasus perselingkuhan di lingkungan tempat tugasnya di salah satu SMP Negeri Kabupaten Sorong yang berada di Kampung Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Provinsi Papua Barat Daya. Peristiwa tersebut diketahui terjadi pada Jumat (6/3/2026).
Kasus tersebut terungkap setelah suami sah dari oknum guru tersebut bersama dua anaknya melakukan penggerebekan langsung di tempat tinggal sang guru yang berada di area perpustakaan sekolah. Penggerebekan itu kemudian memicu pertengkaran antara pihak suami dan pria yang diduga sebagai selingkuhan.
Suami sah mengaku merasa sangat terpukul dan dilecehkan setelah mengetahui istrinya diduga membawa pria lain tinggal bersama di tempat tugasnya. Kondisi tersebut memicu emosi hingga terjadi keributan yang berujung pada kontak fisik antara pihak yang terlibat.
Kecurigaan suami muncul sejak beberapa waktu sebelumnya ketika ia mencoba menghubungi istrinya melalui telepon dan pesan melalui aplikasi WhatsApp, namun tidak mendapat respons. Situasi tersebut membuatnya merasa ada sesuatu yang tidak beres.
Merasa curiga, suami kemudian mengajak kedua anaknya berangkat dari Kota Sorong menuju Kampung Malaumkarta pada Kamis dini hari sekitar pukul 02.00 WIT. Setibanya di lokasi sekitar pukul 04.00 WIT, mereka langsung melakukan penggerebekan di tempat tinggal yang digunakan oknum guru tersebut.
Saat pintu kamar dibuka, suami mendapati istrinya berada di dalam kamar bersama seorang pria. Keributan pun terjadi hingga berujung perkelahian. Dalam insiden tersebut, pria yang diduga selingkuhan mengalami luka pada tubuhnya akibat terkena senjata tajam jenis parang.
Warga dari Kampung Suatolo dan Malaumkarta kemudian mengamankan pria tersebut sebelum dibawa ke Rumah Sakit Sele Be Solu untuk mendapatkan perawatan medis. Sementara itu, oknum guru YW juga mengalami luka ringan di bagian kepala dan dibawa ke Puskesmas Makbon untuk penanganan.
Pihak keluarga suami menyatakan kekecewaan mendalam atas peristiwa tersebut, mengingat keduanya telah menikah dan memiliki tiga orang anak. Rencananya, persoalan ini akan diselesaikan melalui mekanisme keluarga dan adat setempat di Kampung Suatolo/Malaumkarta, Distrik Makbon, Kabupaten Sorong, Papua Barat Daya. [MPS]
