Wakapolda PBD Hadiri Ibadah Syukur 20 Tahun Sion Kids, Serukan Persatuan Generasi Muda Papua

0
IMG-20260512-WA0023

Kota Sorong, PbP– Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa menghadiri Kebaktian Budaya Bangsa Zona 7 Papua Barat Daya dan Ibadah Syukuran 20 Tahun Gerakan Sion Kids di kawasan Reklamasi Pasar Lama Boswesen, Kota Sorong, Selasa, 12 Mei 2026. Momentum dua dekade pelayanan itu menjadi ajang penguatan iman, persatuan, serta ajakan menjaga keamanan dan kedamaian di Tanah Papua.

 

Kegiatan yang berlangsung penuh hikmat dan sukacita tersebut dihadiri tokoh agama, tokoh masyarakat, jemaat, serta berbagai elemen pelayanan gerejawi di Papua Barat Daya. Nuansa budaya Papua terasa kuat melalui puji-pujian dan iringan musik suling tambur yang mengiringi jalannya ibadah syukur.

 

Perayaan itu sekaligus menandai perjalanan pelayanan Gerakan Sion Kids sejak berdiri pada 14 Mei 2006 hingga memasuki usia ke-20 tahun pada 14 Mei 2026.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda Papua Barat Daya Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa mengapresiasi konsistensi pelayanan Gerakan Sion Kids dalam membina karakter dan spiritual generasi muda Papua selama dua dekade terakhir.

“Kegiatan seperti ini sangat positif karena mampu mempererat persaudaraan, membangun karakter anak-anak Papua, dan memperkuat nilai kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa.

Ia menegaskan generasi muda di Papua harus menjadi pelopor kedamaian dan tidak terlibat dalam berbagai tindakan melanggar hukum yang meresahkan masyarakat.

“Saya mengajak anak-anak muda di Papua untuk tidak terlibat dalam tindakan kriminal seperti begal, pencurian, perkelahian, maupun gangguan kamtibmas lainnya. Anak muda di Papua harus menjadi generasi yang membawa damai, bukan ketakutan di tengah masyarakat,” katanya.

 

Menurut Semmy, pembinaan melalui kegiatan kerohanian dan pelayanan anak muda menjadi salah satu langkah strategis membentuk mental, moral, dan masa depan generasi Papua Barat Daya.

“Lewat ISKM dan pelayanan seperti Gerakan Sion Kids, anak-anak Papua harus menjadi pribadi yang berdampak, membawa kasih, kedamaian, dan perubahan positif bagi Tanah Papua,” ucapnya.

 

Ia juga menilai kegiatan berbasis budaya dan keagamaan memiliki peran penting dalam menjaga stabilitas sosial sekaligus memperkuat identitas masyarakat Papua yang hidup dalam keberagaman.

 

Kebaktian Budaya Bangsa Zona 7 Papua Barat Daya menjadi salah satu agenda pelayanan besar yang mempertemukan jemaat dari berbagai daerah di Papua Barat Daya. Selain ibadah syukur, kegiatan tersebut menjadi ruang refleksi perjalanan pelayanan dan penguatan komitmen pembinaan spiritual generasi muda gereja.

 

Panitia pelaksana menyebut usia 20 tahun Gerakan Sion Kids menjadi tonggak penting perjalanan pelayanan yang selama ini fokus membangun karakter, iman, dan masa depan anak-anak Papua.

“Puji Tuhan, 20 tahun ini menjadi bukti bahwa pelayanan kepada generasi muda tetap berjalan dan terus bertumbuh,” ujar salah satu panitia kegiatan.

 

Perayaan dua dekade Gerakan Sion Kids ditutup dengan doa syukur bersama dan penampilan puji-pujian budaya Papua. Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat semangat pelayanan sekaligus memperkokoh persatuan dan kedamaian masyarakat Papua Barat Daya.[MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *