Komisi IV DPR PBD Perjuangkan Penambahan Kuota Beasiswa ADik dan ADEM
Sorong, PbP – Pemerintah Provinsi Papua Barat Daya khususnya instansi teknis terkait yakni dinas pendidikan dinilai penting memaksimalkan program Afirmasi Pendidikan Tinggi (ADik) dan Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM) guna meningkatkan kualitas dan kuantitas Sumber Daya Manusia (SDM) di wilayah PBD. Guna mendukung program Adik dan ADEM ini, Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPR-PBD) yang menangani bidang pendidikan kordinasi langsung ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, selama 2 hari.
Saat koordinasi, mewakili Kemendiktisaintek RI, Tim Teknis Program ADik, Prof. Yonny Koesmaryono mengungkapkan bahwa beasiswa program ADik khususnya yang dari wilayah Provinsi PBD belum maksimal karena rekruitment program ADik tidak terbuka secara transparan akibat sosialisasi yang tidak maksimal. Kemudian, lanjut Prof. Yonny, peserta yang lolos program ADik dari kuliah proses belajar mengajar hingga akhir masa study di masing-masing perguruan tinggi tingkat keberhasilannya perlu ditingkatkan. Pada hal, kata Prof. Yonny, bantuan pendidikan atau beasiswa ini dibiayai oleh negara mulai dari bantuan biaya kuliah hingga biaya hidup selama perkuliahan.
Prof Yonny menambahkan bahwa tujuan dari beasiswa program ADik dan ADEM ini adalah pemerataan kesempatan belajar yang diperguruan tinggi dan sekolah menengah unggulan bagi dari Papua dan daerah 3 T (Terdepan, Terluar, dan Tertinggal). Ditengah jalannya pertemuan, Wakil Ketua I DPR-PBD, Anneke Lieke Makatuuk menyampaikan terima kasih atas atensi dan penyambutan dari pihak kementerian. Selanjutnya mewakili masyarakat PBD, tambah Anneke, DPR-PBD mendukung agar program ADik dan ADEM ini terus diperjuangkan agar tujuan pemerintah dalam mencerdaskan masyarakat khususnya di PBD bisa tercapai.
Dukungan yang sama juga disampaikan Pimpinan Komisi IV DPR-PBD, David Sedik dengan menekankan agar anggaran beasiswa program ADik dan ADEM khususnya bagi masyarakat PBD ditingkatkan. Selain penambahan anggaran, David Sedik, juga menyampaikan aspirasi masyarakat PBD yakni menambah jumlah kuota peserta beasiswa program ADik dan ADEM khususnya dari wilayah PBD. “Ya, setelah kita pulang nanti, kita akan kembali rapat dengan dinas terkait agar kita sama-sama perjuangkan beasiswa ADik dan ADEM ini berhasil di wilayah kita Papua Barat Daya. Kita juga berharap agar proses seleksi bagi calon peserta beasiswa ADik dan ADEM ini bisa dimudahkan,”tambah David Sedik.
Kunjungan kerja Komisi IV DPR PBD ke Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) dan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Republik Indonesia, selama 2 hari, itu dikoordinir pimpinan Komisi IV DPR-PBD, David Sedik didampingi langsung Wakil Ketua I DPR PBD, Anneke Lieke Makatuuk, serta dihadiri anggota Komisi IV yakni Abdul Gapur, Nansy P. Karundeng, Yosafat Kambu, Ranley H.L Mansawan, Arifin S, Mathias F. Komegi, Cartenz I.O. Malibela, Selfiana Kalami dan Surung Sibarani.(MON)
