Efisiensi Anggaran Tak Surutkan Program Prioritas, Dishub Kabupaten Sorong Fokus Terminal Mariat dan Trayek Lingkar Aimas

0
IMG_20260807_122115

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong, Semuel Maniani, S.IP., M.A.P.,

Aimas, PbP– Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Sorong tetap menjalankan sejumlah program prioritas pada tahun anggaran 2026 meski harus menyesuaikan dengan kebijakan efisiensi anggaran. Sejumlah kegiatan yang telah direncanakan tetap diprioritaskan untuk meningkatkan pelayanan transportasi bagi masyarakat.

 

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong, Semuel Maniani, S.IP., M.A.P., mengatakan program utama yang tetap dilaksanakan tahun ini meliputi pembangunan Terminal Pasar Induk Mariat, pengembangan trayek Lingkar Aimas, serta pembangunan dermaga pelabuhan labuh tambat Klalin.

 

Menurutnya, sebenarnya masih banyak program yang telah disusun oleh Dishub pada 2026. Namun, keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi membuat pihaknya harus memilih kegiatan yang paling mendesak dan memiliki dampak langsung bagi masyarakat.

 

Semuel menjelaskan, program trayek Lingkar Aimas hingga kini belum dapat berjalan maksimal karena sumber pendanaannya berasal dari pembagian hasil pajak yang belum terealisasi secara optimal. Kondisi tersebut membuat Dishub memilih berhati-hati agar tidak mengambil risiko dalam pelaksanaannya.

 

Ia menuturkan, pihaknya masih menunggu kepastian anggaran untuk memberikan subsidi kepada para pengemudi angkutan umum. Subsidi tersebut diharapkan dapat menjadi stimulus agar trayek Lingkar Aimas dapat beroperasi sesuai dengan tujuan awal pembentukannya.

 

Program Lingkar Aimas sendiri dirancang untuk memperluas jangkauan pelayanan transportasi umum di Kabupaten Sorong. Sejak kabupaten ini berdiri, belum pernah ada trayek yang menghubungkan kawasan-kawasan di wilayah Aimas secara menyeluruh.

 

Selama ini sebagian besar angkutan kota dari Mariat maupun Aimas langsung menuju Kota Sorong, sehingga masih banyak wilayah permukiman yang belum terlayani transportasi umum secara maksimal. Kehadiran trayek Lingkar Aimas diharapkan dapat menjawab kebutuhan tersebut.

 

Selain trayek baru, Dishub juga terus melakukan renovasi Terminal Pasar Induk Mariat. Keberadaan terminal tersebut diharapkan mampu mendukung optimalisasi operasional pasar induk sekaligus menjadi pusat aktivitas transportasi masyarakat di Kabupaten Sorong.

 

Semuel mengakui bahwa tantangan terbesar dalam pengoperasian trayek Lingkar Aimas adalah penyesuaian jalur angkutan yang selama ini telah digunakan para sopir. Meski demikian, ia optimistis program tersebut akan diterima apabila disertai pemberian subsidi bahan bakar minyak (BBM). “Di mana-mana memulai yang baru itu banyak tantangan, cuma kami yakin bahwa program yang kita buat dengan baik demi pelayanan kepada masyarakat, apa pun risikonya akan kita hadapi,” ujarnya kepada media ini, Jumat (7/8/2026).

 

Ia menjelaskan, subsidi yang diberikan pada tahap awal tidak mencakup seluruh angkutan umum. Dari sekitar 200 unit angkot yang beroperasi di Kabupaten Sorong, baru 20 unit yang akan menerima subsidi BBM sebesar Rp80 ribu per hari sebagai pemancing agar trayek baru dapat berjalan. Setelah jalur tersebut aktif dan stabil, subsidi akan dihentikan. Program trayek Lingkar Aimas sendiri telah memiliki dasar hukum melalui Peraturan Bupati dan telah ditetapkan dalam Peraturan Daerah (Perda) oleh DPRD Kabupaten Sorong.

 

Untuk mendukung seluruh program tersebut, Dinas Perhubungan Kabupaten Sorong pada tahun anggaran 2026 memperoleh alokasi dana sekitar Rp18 miliar. Dari jumlah tersebut, sekitar Rp9 miliar difokuskan untuk pembangunan dermaga pelabuhan labuh tambat Klalin, sementara sisanya dialokasikan bagi program prioritas lainnya sesuai kemampuan anggaran yang tersedia. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *