Masyarakat Minta Pemerintah Aktif Atasi Musim Kemarau

0
Foto-Res-2-26-4

Sorong, PbP-Musim kemarau yang berkepanjangan belakangan ini menjadi salah satu topik perbincangan saat anggota Dewan Perwakilan Rakyat Provinsi Papua Barat Daya (DPR-PBD), Surung Sibarani melakukan pertemuan dengan konstituennya dalam rangka kegiatan reses yang kedua di tahun anggaran 2026.  Sejumlah konstituen mengeluhkan sejumlah persoalan akibat musim kemarau yang berkepanjangan.

Diantara konstituen yang mengikuti kegiatan reses, Thomas mengungkapkan bahwa akibat musim kemarau  yang sudah memasuki bulan ketiga ini, masyarakat mengalami kekeringan air sumur. “Sekarang ini banyak air sumur kering, jadi kami minta agar wakil rakyat juga memikirkan masalah kiris air bersih ini kepada pemerintah. Jika musim kemarau ini masih berkepanjangan bisa jadi masyarakat akan semakin terbebani. Apalagi air bersih yang disuplai perusahaan tidak maksimal, kadang jalan kadang tidak,”keluh Thomas.

Jika masalah ketersediaan air bersih ini tidak diintervensi pemerintah, bisa jadi beban masyarakat semakin berat ditengah situasi ekonomi yang sulit saat ini. “Bisa kita bayangkan jika masyarakat yang saat ini kesulitan, harus terbebani lagi dengan membeli air untuk kebutuhan rumah tangga. Jadi kami sangat berharap pemerintah turut campur tangan dengan masalah ini,” tambah Imelda.

Menanggapi keluhan masyarakat itu, Surung Sibarani menyampaikan bahwa dampak dari musim kemarau saat ini akan diupayakan menjadi salah satu isu aktual yang akan dikordinasikan dengan pihak pemerintah. Anggota DPR-PBD ini juga mengakui bahwa selain masalah ketersediaan air bersih, musim kemarau ini juga berdampak buruk terhadap lingkungan, terutama masalah kebakaran hutan.

Untuk itu, Surung mengakui bahwa peran aktif pemerintah bersama stake holdernya sangat dibutuhkan mengatasi masalah yang diakibatkan musim kemarau ini. “Jika tidak, masyarakat bisa jadi mengalami krisis air bersih. Jadi sebelum masalah ketersediaan  air ini kritis, pemerintah harus segera mengambil langkah-langkah konstruktif, seperti mengingatkan perusahaan air atau PDAM harus memberikan pelayanan maksimal di musim kemarau seperti ini,”tambah Surung.(MON)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *