Polisi dan Brimob Temukan Pekerja Proyek Jalan Trans Papua yang Sempat Hilang di Tambrauw
Tambrauw, PbP – Personel Polres Tambrauw bersama Kompi 3 Yon A Pelopor Sat Brimob Polda Papua Barat Daya berhasil menemukan seorang pekerja proyek pembangunan Jalan Trans Nasional Papua Barat Daya–Papua Barat yang sebelumnya dilaporkan belum kembali setelah terjadi aksi penembakan dan penyerangan oleh orang tak dikenal (OTK).
Pekerja bernama Naharudin, berusia 41 tahun, ditemukan dalam kondisi selamat saat personel gabungan melaksanakan pencarian di wilayah antara Kampung Imor dan Kampung Sikor, Distrik Fef, Kabupaten Tambrauw, Jumat (6/11/2026).
Pencarian tersebut dilakukan setelah insiden penembakan dan penyerangan terhadap para pekerja proyek pembangunan jalan nasional yang terjadi pada Rabu sebelumnya. Sejumlah pekerja dilaporkan menyelamatkan diri dengan berlari meninggalkan lokasi ketika mendengar suara tembakan.
Ipda La Ode Muhamad Nursalam humas Polres Tambrauw kepada media ini m mengatakan, sebelum bergerak menuju lokasi kejadian, personel Polres Tambrauw dan Brimob melaksanakan apel konsolidasi di lobi Mapolres Tambrauw sekitar pukul 13.10 WIT. Kegiatan tersebut dipimpin Kasat Intelkam Polres Tambrauw IPTU Amirudin Mulu dan diikuti Kasat Samapta IPDA Abdul Azis Bugis, personel Polres Tambrauw, personel Kompi Fef Sat Brimob Polda Papua Barat Daya serta dua perwakilan karyawan PT Adi Karya.
Dalam arahannya, Kapolres Tambrauw menekankan agar seluruh personel mengutamakan keselamatan selama menjalankan tugas dengan menerapkan sistem pengamanan berpasangan atau body system.
Kapolres juga memerintahkan personel melakukan pemeriksaan tempat kejadian perkara (TKP), mengumpulkan barang bukti, serta mencari pekerja yang belum ditemukan. Ia mengingatkan agar personel mendokumentasikan setiap temuan dan mengamankan barang bukti yang berkaitan dengan peristiwa tersebut.
Selain itu, Kapolres meminta personel memberikan pertolongan pertama apabila menemukan korban terluka, tanpa mengabaikan keselamatan masing-masing anggota.
Setelah melaksanakan doa bersama sekitar pukul 13.14 WIT, rombongan bergerak menggunakan empat kendaraan roda empat menuju TKP pada pukul 13.20 WIT.
Dalam perjalanan, rombongan melintasi Kampung Iwin dan Kampung Imor Baru. Situasi keamanan di kedua wilayah tersebut terpantau aman dan kondusif.
Sekitar pukul 13.49 WIT, rombongan berpapasan dengan sebuah kendaraan roda empat berwarna silver di sekitar Jembatan Imor Lama yang membawa Naharudin, salah seorang pekerja PT Adi Karya yang sebelumnya belum ditemukan. Penemuan tersebut menjadi bagian penting dari upaya pencarian para pekerja pascainsiden.
Selanjutnya, pukul 13.55 WIT, rombongan tiba di camp perusahaan. Personel langsung memeriksa area sekitar camp dan mengumpulkan sisa barang bukti yang masih berada di lokasi kejadian.
Dalam kegiatan tersebut, Satreskrim Polres Tambrauw turut mengamankan satu unit sepeda motor jenis Honda CRF 150L serta sejumlah peralatan proyek yang ditemukan di lokasi.
Setelah menyelesaikan pemeriksaan dan pengumpulan barang bukti, rombongan meninggalkan camp perusahaan pada pukul 14.20 WIT dan kembali ke Mapolres Tambrauw. Rombongan tiba sekitar pukul 15.00 WIT dan melaksanakan apel konsolidasi untuk mengevaluasi hasil kegiatan.
Dalam arahannya, Kasat Intelkam IPTU Amirudin Mulu menyampaikan bahwa pencarian pekerja yang belum ditemukan telah membuahkan hasil. Ia juga menyampaikan bahwa barang bukti yang terkumpul selanjutnya diserahkan kepada Satreskrim untuk kepentingan penyelidikan dan proses hukum.
Kapolres Tambrauw juga telah berkoordinasi dengan Bupati dan Wakil Bupati Tambrauw serta Dandim 1810/Tambrauw untuk merencanakan pertemuan bersama tokoh adat, tokoh agama, tokoh masyarakat dan seluruh elemen masyarakat Distrik Fef. Pertemuan tersebut bertujuan memulihkan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) pascainsiden.
Selain itu, Polres Tambrauw bersama Brimob, Kodim 1810/Tambrauw dan Satgas Pamrahwan menyiapkan patroli gabungan serta patroli mobil untuk menjaga keamanan di Distrik Fef dan wilayah sekitarnya.
Kapolres juga memerintahkan Kasat Intelkam melakukan deteksi dini dan penggalangan terhadap berbagai tokoh masyarakat guna menggali informasi mengenai motif, pelaku serta rangkaian peristiwa yang terjadi.
Sementara itu, Kasat Binmas mendapat perintah melaksanakan sambang ke Kampung Iwin, Imor dan Sikor serta memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar bersama-sama menjaga situasi kamtibmas. Kasat Reskrim juga diperintahkan mendalami rangkaian aksi tersebut dan melakukan penegakan hukum terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat.
Dalam catatan kepolisian, terdapat dugaan keterlibatan kelompok yang menamakan diri TPNPB-OPM Kodap XXXIII Rumana Tambrauw dalam rangkaian aksi tersebut. Namun, dugaan mengenai kelompok yang bertanggung jawab maupun motif penyerangan masih memerlukan pendalaman dan pembuktian melalui proses penyelidikan.
Polres Tambrauw mengimbau masyarakat agar tidak mudah terhasut maupun terprovokasi oleh informasi yang belum terverifikasi serta tidak terlibat dalam tindakan yang dapat memicu gangguan keamanan baru.
Kepolisian juga terus mengumpulkan bahan keterangan dari para pekerja dan masyarakat setempat untuk mengetahui perkembangan situasi serta mengungkap rangkaian peristiwa penyerangan terhadap pekerja proyek Jalan Trans Nasional tersebut.[MPS]
