Pelatihan English Training Program Lahirkan 38 Mentor Lokal, Bupati Raja Ampat Nyatakan Dukungan Penuh

0
IMG-20260517-WA0007

Bupati, Wakil Bupati , Kepala Badan kepegawaian dan kepala Dinas pendidikan & kebudayaan Raja Ampat beserta para mentor. [MPS]

Raja Ampat,PbP – Dunia pendidikan di Kabupaten Raja Ampat, Papua Barat Daya mencatat kemajuan penting hari ini. Bupati Raja Ampat, Orideko Burdam, bersama Wakil Bupati Mansyur Shadan, Kepala Badan Kepegawaian, dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan hadir langsung meninjau hasil pelatihan English Training Program di Waisai, ibukota Kabupaten Raja Ampat.

 

Program yang dilaksanakan di 17 sekolah dengan 19 kelas ini telah melahirkan 38 mentor lokal dari SMA Negeri 1 Raja Ampat dan SMK Bukit Zaitun, serta melibatkan 3 guru Bahasa Inggris. Para mentor mulai mengajar sejak kemarin, dan hari ini mempresentasikan hasil pelatihan mereka di hadapan pemerintah daerah.

 

Bupati Orideko Burdam menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Ia menyatakan dukungan penuh agar program ini diperluas ke seluruh sekolah, kantor pelayanan publik khususnya para kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), serta kampung-kampung di wilayah kabupaten kepulauan tersebut yang merupakan destinasi wisata dunia.

 

“Saya melihat ini adalah langkah nyata untuk mempersiapkan anak-anak Raja Ampat menghadapi dunia. Kemampuan bahasa adalah kunci. Pemerintah daerah akan mendukung penuh agar program ini berjalan di seluruh wilayah Raja Ampat,” ujar Bupati Orideko Burdam.

Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Daerah akan segera mempersiapkan Language Center. Pusat bahasa ini tidak hanya fokus pada Bahasa Inggris, tetapi juga bahasa asing lainnya dengan metode pembelajaran yang sama.

 

Langkah ini didasari pertimbangan bahwa Raja Ampat merupakan destinasi wisata internasional yang dikunjungi wisatawan dan investor dari berbagai negara. Oleh karena itu, generasi muda Raja Ampat perlu dibekali kemampuan bahasa dan kepercayaan diri untuk berinteraksi dengan dunia.

 

“Saya sangat puas dan bersyukur dapat ikut mewujudkan mimpi kecil yang membawa dampak besar bagi pendidikan dan masa depan anak-anak Papua Barat Daya, khususnya Raja Ampat,” ujar Engelin Yolanda Kardinal selaku penggagas program sekaligus Founder Yayasan Pulau Doom, Sorong.

 

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Filda Malari S.E Mhan C.T.M.P Founder Indonesia Brain Camp, yang mengembangkan metode revolusioner dalam pembelajaran bahasa asing. Metode ini mengoptimalkan fungsi otak kanan dan kiri sehingga dalam waktu satu minggu peserta sudah mampu berbicara dalam Bahasa Inggris.

 

“Pak Filda dan saya memiliki mimpi yang sama: membangun sesuatu yang sederhana namun berdampak besar bagi banyak orang,” tambahnya.

 

Diharapkan langkah awal ini menjadi gerakan besar untuk mencetak generasi Papua yang lebih siap, percaya diri, dan mendunia. Kegiatan tgl 13 s/d 17 mei 2026. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *