Waka Polda Papua Barat Daya Ajak Warga Jaga Kamtibmas dan Tolak Judi Selama Piala Dunia 2026

0
IMG-20260429-WA0004

Waka Polda Papua Barat DayaKombes Pol. Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E.

Papua Barat Daya, PbP– Menjelang perhelatan Piala Dunia 2026 yang akan berlangsung pada 11 Juni hingga 19 Juli 2026 di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko, Wakapolda Papua Barat Daya, Kombes Pol. Semmy Ronny Thabaa, S.E., mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), menjunjung tinggi sportivitas, serta menghindari segala bentuk perjudian selama berlangsungnya ajang sepak bola terbesar di dunia tersebut.

 

Imbauan tersebut disampaikan Wakapolda pada Jumat (7/6/2026) sebagai langkah preventif guna memastikan situasi kamtibmas di wilayah Papua Barat Daya tetap aman, nyaman, dan kondusif selama berlangsungnya pesta olahraga internasional yang menyita perhatian jutaan penggemar sepak bola di seluruh dunia.

 

Menurut Semmy Ronny Thabaa, Piala Dunia merupakan ajang olahraga yang seharusnya menjadi sarana hiburan dan mempererat hubungan sosial antarwarga. Ia menegaskan bahwa semangat kompetisi dalam olahraga harus menjadi perekat persatuan, bukan justru memicu konflik maupun pelanggaran hukum.

 

“Kita memahami bahwa sepak bola merupakan olahraga yang sangat diminati masyarakat. Oleh karena itu, mari kita nikmati pertandingan Piala Dunia sebagai ajang hiburan dan silaturahmi dengan tetap menjaga kamtibmas serta tidak mudah terprovokasi oleh perbedaan dukungan,” ujarnya.

 

Wakapolda secara khusus mengingatkan masyarakat agar tidak menjadikan pertandingan Piala Dunia sebagai sarana perjudian, baik secara langsung maupun melalui berbagai platform digital. Menurutnya, praktik perjudian merupakan tindak pidana yang dapat berujung pada proses hukum dan membawa dampak negatif bagi pelaku maupun keluarganya.

 

Selain menjauhi perjudian, masyarakat juga diminta untuk tidak menunjukkan fanatisme berlebihan terhadap tim favorit. Perbedaan pilihan dalam mendukung tim nasional peserta Piala Dunia merupakan hal yang wajar dan harus disikapi dengan sikap dewasa serta menghormati pilihan orang lain.

 

Ia menegaskan bahwa tindakan saling mengejek, menghina, menyebarkan ujaran kebencian, maupun melakukan provokasi karena perbedaan dukungan tidak boleh terjadi. Semangat sportivitas harus tetap dijunjung tinggi agar sepak bola menjadi sarana pemersatu masyarakat.

 

Semmy juga mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan euforia berlebihan saat tim yang didukung meraih kemenangan. Aktivitas seperti konvoi kendaraan yang mengganggu lalu lintas, menyalakan petasan, atau tindakan lain yang berpotensi membahayakan keselamatan dan ketertiban umum diminta untuk dihindari.

 

Sebaliknya, apabila tim yang didukung mengalami kekalahan, masyarakat diharapkan tetap bersikap sportif dan tidak melampiaskan kekecewaan melalui tindakan anarkis maupun pengrusakan fasilitas umum. Ia mengingatkan bahwa tindakan merusak tempat nonton bersama, warung kopi, kafe, videotron, maupun fasilitas publik lainnya dapat berimplikasi hukum.

 

Dalam kesempatan tersebut, Wakapolda juga mengingatkan masyarakat, pelaku usaha, dan pengelola tempat umum agar mematuhi ketentuan hak siar Piala Dunia 2026. Ia berharap setiap kegiatan nonton bareng maupun penayangan publik dilakukan sesuai aturan yang berlaku. Dengan demikian, antusiasme masyarakat dalam menyaksikan Piala Dunia dapat menjadi momentum mempererat persaudaraan, memperkuat kebersamaan, serta menjaga Papua Barat Daya tetap aman dan kondusif selama berlangsungnya ajang olahraga dunia tersebut. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *