Danpomal Sorong: Target Kami Hanya Eksekusi Putusan Pengadilan, Bukan Terkait Konflik CV Prima Papua

0
IMG_20260730_155027

Komandan Pomal Kodaeral XIV Sorong, Kolonel Laut (PM) Feber Simandalahi

Sorong, PbP – Polisi Militer Angkatan Laut (Pomal) Kodaeral XIV Sorong memberikan penjelasan resmi terkait insiden penembakan terhadap Timotius Rumpaidus yang terjadi di Klalin 6, Distrik Aimas, Kabupaten Sorong, Selasa (28/7/2026).

 

Komandan Pomal Kodaeral XIV Sorong, Kolonel Laut (PM) Feber Simandalahi, menegaskan bahwa personelnya mendatangi kediaman Timotius bukan berkaitan dengan aksi protes warga terhadap CV Prima Papua maupun dugaan distribusi BBM bersubsidi, melainkan untuk melaksanakan putusan Pengadilan Militer yang telah berkekuatan hukum tetap.

 

Menurut Feber, Timotius merupakan mantan anggota TNI Angkatan Laut yang diberhentikan tidak dengan hormat (PTDH) dalam perkara disersi. Meski telah berstatus sipil, Timotius disebut masih berkewajiban menjalani pidana penjara selama satu tahun sebagaimana putusan Pengadilan Militer yang hingga kini belum dieksekusi.

 

“Kedatangan anggota kami murni untuk penegakan hukum. Timotius harus menjalankan putusan pengadilan yang telah berkekuatan hukum tetap,” ujar Feber kepada Media ini.

 

Ia menjelaskan, sebelum penjemputan dilakukan, Pomal menerima informasi dari masyarakat mengenai adanya seseorang yang mengaku sebagai anggota TNI AL dan diduga mengoordinasikan aksi pemalangan di salah satu perusahaan di Kabupaten Sorong. Setelah dilakukan pengecekan, orang tersebut diketahui merupakan Timotius Rumpaidus yang telah diberhentikan dari TNI AL karena perkara disersi.

 

Feber juga membantah anggapan bahwa personelnya bertindak arogan saat mendatangi rumah Timotius.

 

“Tidak benar kalau anggota kami datang dengan arogan atau langsung masuk ke dalam rumah. Anggota kami datang baik-baik, memberi salam dan permisi dari depan rumah sebelum memanggil Timotius keluar,” katanya.

 

Ia menambahkan seluruh personel yang diterjunkan telah dibekali surat perintah tugas sesuai prosedur.

 

Terkait insiden penembakan, Feber menjelaskan personel terlebih dahulu meminta Timotius ikut ke Markas Pomal untuk menjalani proses hukum. Namun, menurutnya, Timotius menolak dengan alasan sudah tidak lagi memiliki hubungan dengan TNI AL.

 

Menurut Feber, situasi kemudian berubah ketika Timotius diduga melakukan perlawanan terhadap petugas.

 

“Kalau dibilang tidak ada perlawanan, kami punya bukti. Perwira kami mengalami memar akibat perlawanan. Anggota sudah melepaskan tembakan peringatan dua kali. Saat itu Timotius diduga berusaha merebut pistol milik perwira sehingga dilakukan tindakan terukur dengan menembak bagian kaki,” jelasnya.

 

Ia mengatakan setelah penembakan terjadi, Timotius berteriak sehingga warga mulai berdatangan ke lokasi. Feber juga menyebut personel lain yang berada di lokasi hanya dibekali senjata laras panjang dengan peluru karet dan peluru hampa.

 

Menanggapi pertanyaan mengenai alasan personelnya meninggalkan lokasi, Feber mengatakan langkah tersebut diambil untuk menghindari situasi berkembang menjadi lebih buruk.

 

“Anggota meninggalkan lokasi untuk menghindari dampak negatif dan mencegah jatuhnya korban lain. Target kami hanya Timotius dalam rangka pelaksanaan putusan pengadilan,” ujarnya.

 

Feber kembali menegaskan bahwa Pomal tidak memiliki hubungan dengan CV Prima Papua maupun dugaan distribusi BBM bersubsidi yang berkembang di tengah masyarakat.

 

“Saya tidak kenal perusahaan itu dan saya jamin tidak ada pesanan. Ini murni penegakan hukum,” tegasnya.

 

Ia juga menegaskan apabila terdapat bukti keterlibatan anggota TNI AL dalam praktik penjualan BBM bersubsidi secara ilegal, Pomal siap melakukan penindakan sesuai ketentuan hukum.

 

“Kalau ada anggota kami yang bermain BBM ilegal, silakan sampaikan kepada kami. Kami akan tindak karena itu merupakan tindak pidana,” pungkasnya.

 

Hingga kini, Pomal Kodaeral XIV Sorong masih menunggu kondisi kesehatan Timotius Rumpaidus untuk melanjutkan proses hukum sesuai putusan Pengadilan Militer. [MPS]

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *